SHORT
TERM MEMORY AND WORKING MEMORY
Short Term Memory mengacu
pada tempat dimana informasi diproses untuk diartikan. Short term memory terbatas mengenai kapasistas dan durasi.
Banyak penelitian sekarang lebih suka dengan nama working memory, yang terdiri
dari tiga komponen subsistem, yang setiap melakukan sesuatu dengan cepat sesuai
dengan special fungsinya. (Baddeley 2001, and Healy & Mc Namara, 1996).
CAPACITY
DAN DURATION
Pokok diskusi
utama short term memory memisahkan kognitif yang sudah ada. Goerge miller’s
(1956) artikel klasik “ The Magic Number Seven” diantara dua positif dan
negative: beberapa batas pada kapasitas kita untuk memproses informasi. Miller
berpendapat bahwa pemrosesan informasi dibatasi oleh “Bottleneck” di sistem
memorik. Dalam keadaan tertentu, orang dapat memegang tidak lebih dari 7 atau
sebagian (artinya kesatuan informasi) diingatannya pada sekali waktu. Satu
jalan untuk memproses informasi lebih efesien, menurut miller untuk
meningkatkan ukuran bagian dari informasi. Misalnya, meskipun nomor 4727211
mungkin tidak berarti untukmu dan oleh karena itu mengingat 7 bagian informasi,
kita mengingat itu sebagai nomor tombol
telpon atau nomor induk universitas kita. Biasanya 3 bagian chunks
(Pengelompokan) diikuti : 472, 72, dan 11.
Banyak yang merangsang
bagian dari tulisan miller. Meskipun pada short term memory juga sensitif pada
nomor dari chunks (Pengelompokan). Bukan ukurannya, sebagai akibat orang dapat
memegang jumlah informasi yang lebih luas diingatan dan oleh karena itu
menambah pemrosesan informasi secara dramatis
adalah simple oleh chuking (Pengelompokan) informasi kedalam yang lebih besar
dan dimaknai sebagai kesatuan unit yang lebih besar. Banyak pelajaran selama 4 dekade telah membantu pandangan ini.
Beberapa telah menunjukan orang yang
luar biasa dapat mengajarkan untuk mengugunakan chungking (Pengelompokan)
strategi tu menambah kapasitas dari short term memory (Ericsson et all, 1980).
Aspek
yang penting lainnya dari short term memory adalah durasi informasi. Awal
penelitian oleh peterson dan Peterson (1859) menggunakan apa yang sekarang
diketahui sebagai paradigma brown Peterson, menunjukan bahwa informasi cepat
dilupakan dari short term memory. Peterson bertanya kepada orang dewasa untuk
penilitan sebuah daftar dari tiga kata yang berhubungan dan kemudian menghitung
terbalik dari 100 yaitu (I,e 200. 97, 94, …). Setelah dites setelah beberapa detik,
orang telah melupakan setengah dari informasi. Setelah 28 detik, hampir
semuanya telah dilupakan. Pada awal melupakan, di short term memory telah
berkontribusi menghancurkan bahwa informasi menghilang dari short term memory
dalam beberapa waktu. contohnya, Waugh dan norman (1965) mengubah campur tangan
informasi didalam interval waktu yang pas setelah belajar dengan daftar/list.
Akibatnya menguat bahwa jumlah informasi yang bervariasi meningkat, dapat
dilupakan dengan waktu yang cepat. Hal ini berakibat seperti yang lainnya
kepastian kesimpulan bahwa melupakan sebagai akibat dari campurtangan daripada
waktu yang menghancurkan.
Banyak
penelitian diantara 1957 dan 1870 mengatakan bahwa capasitas short term memory tebatas tujuh atau chunks seperti yang
miller prediksi. Informasi juga dengan cepat. Faktanya ketika informasi baru
diikuti dengan proses perputaran informasi. Kemudian, meskipun fakta-fakta
mengatakan bahwa informasi dihancurkan di short term memory, fakta kuat
menunjukan ide bahwa melupakan adalah ciri khas akibat dari gangguan dan
kelebihan kapasitas.
ACCESING
INFORMASI
Penelitan segera dumulai
untuk mengetahui bagaimana kita mencari gelombang infromasi yang disimpan beberapa wkatu di short term memory. Sekarang
dikenal ditempat belajar. Saul Sternberg (1875) mengatakan orang pertama
belajar daftar/list pendek untuk dihubungkan dengan huruf (misalnya BVGK) dan kemudian
diidentifikasi apakah tujuan huruf digabungkan, banyak penggabungan dan banyak
huruf dimasukan kedalam daftar/list asli. Dasar pemikirannya adalah teknik ini
bahwa huruf dimasukan kedalam daftar/list yang seharusnya diduga cepat dingat daripada
tidak pada daftar/list. Pertama apakah huruf didalam list dicari dengan cara
nomor urut (satu persatu) atau parallel (sekaligus). Kedua pencarian berakhir
sendiri (pencarian berahir ketika huruf ditemukan didalam daftar) atau secara
lengkap (seluruh daftar dicari ketika
huruf utama ditemukan sampai diakhir daftar). Bertentangan dengan intuisi,
Sternberg mengatakan bahwa orang mencari isi dari short term memori di nomor
urut, dengan cara yang lengkap. Bukti-bukti utama yang Sternberg menyandarkan
keputusan diambil lebih luas ketika ukuran daftar yang asli meningkat. Tanpa
memperhatikan dimana tempat huruf didalam list.
Sternberg berpendapat
bahwa secara lengkap, pencarian bersama, yang mempunyai nilai tampil lebih efisien,
itu tidak mungkin karena (1) keputusan dibuat dengan cepat dan (2)
Faktanya seluruh proses pencarian akan
selesai secara otomatis (dan oleh karena itu tidak dibawah control yang sadar).
WORKING
MEMORI
Pada 1970-an, peneliti menjadi semakin kecewa
terhadap penelitian mengenai memori jangka pendek. Permasalahan utama ialah berbagai kegiatan
yang berkaitan dengan memori jangka pendek tidak diketahui
bagaimana kegiatan ini terjadi. Misalnya anda diberi huruf I, N, R, U, dan diminta untuk membentuk
sebuah kata yang berarti. Setelah beberapa saat, Anda mengambil sembarang kata. di satu sisi, Anda perlu untuk menyimpan huruf-huruf
itu secara sementara, di sisi lain, Anda
mengubah urutan huruf tersebut untuk
menentukan apakah huruf-huruf tersebut membentuk makna secara leksikal. Tentu
saja, untuk melakukannya, kita perlu membangkitkan pengetahuan umum tentang
struktur kata dan kemudian mencari dalam memori leksikal (memori untuk
kata-kata dalam mode yang sangat strategis (misalnya, abjad). Tujuan dari
latihan ini adalah bahwa kita melakukan beberapa jenis aktivitas yang sangat
berbeda hanya untuk mengambil keputusan
leksikal sederhana dalam memori jangka pendek
Operasi dalam memori
jangka pendek yang begitu kompleks menyebabkan munculnya sejumlah teori, Baddeley (1986), mengusulkan
model working memory. Dalam model Baddeley terdapat tiga komponen utama. Sistem
kontrol eksekutif diasumsikan sistem kontrol kapasitas yang terbatas yang
mengatur apa yang masuk memori jangka pendek. Fungsi penting kedua adalah untuk
memilih strategi yang diperlukan untuk memproses misalnya informasi memutuskan
untuk mencari memori leksikal abjad. Eksekutif pusat juga mengendalikan dua
'sistem budak' visual spasial buku gambar dan loop artikulasi yang memungkinkan
kita untuk menyimpan informasi spasial visual dalam memori jangka pendek dan
untuk melakukan berbagai perhitungan pada informasi yang (rotasi misalnya
mental obyek). Yang terakhir adalah analog verbal untuk sketsa. Hal ini
memungkinkan kita untuk menyimpan informasi akustik sementara melalui latihan,
biasanya untuk 2 sampai 4 detik. Tiga subsistem ini secara bersama-sama
melakukan operasi mental untuk memori jangka pendek.
Model memori kerja yang
diusulkan oleh Baddeley dan Hitch (1974) dan dikembangkan lebih lengkap oleh
Baddeley (1986,2001) membuat asumsi tentang tiga subsistem yang dijelaskan di
atas. Salah satu asumsi adalah bahwa masing-masing dari tiga subsistem memiliki
itu memiliki sumber yang terbatas dengan perhatian. Ini
artinya bahwa, dalam kondisi normal beban pengolahan informasi, masing-masing
subsistem dapat melakukan pekerjaan mental tanpa sumber daya dari subsistem
yang tersisa. Asumsi kedua adalah bahwa eksekutif pusat mengatur kegiatan dari
kedua sistem budak. Agaknya lebih terarah dan strategis eksekutif pusat, lebih
efisien sistem budak
Yang tetap menjadi
pertanyaan adalah bagaimana penjelasan tentang sistem memori kerja (Hulme &
Mackenzie, 1992). Salah satu
pertanyaan adalah sejauh mana tiga
subsistem memiliki akses untuk tergabung secara unik atau bersaing secara bersama. Pertanyaan kedua adalah peran
khusus dari eksekutif pusat, yang kadang-kadang muncul untuk mengambil pada
tugas biasanya dilakukan oleh sistem budak rendah. Pertanyaan ketiga adalah
sejauh mana informasi dalam lingkaran artikulasi disimpan sementara kecerdasan
atau tanpa beberapa jenis latihan elaboratif.
Lainnya melibatkan apa yang
dikenal sebagai angka atau rangkaian huruf, di mana seorang individu mendengar
rangkaian angka acak dan kemudian mengingatkan mereka adalah urutan menaik
numerik. Tes lebih baru melibatkan menghitung benda, persegi yang ditunjuk,
atau menilai apakah kalimat kompleks gramatikal diterima. Test dari memori
kerja umumnya adalah prediktor yang baik dari pembelajaran dan berkorelasi
dengan prestasi dan tes kecerdasan akademik skor. Beberapa ahli bahkan
berpendapat bahwa memori kerja adalah faktor kunci dalam intelegensia.
Meskipun perdebatan
tentang struktur dan pentingnya memori kerja, ada adalah sejumlah poin yang
ahli sepakati (Miyake ...) .pertama
adalah bahwa memori kerja bukan merupakan komponen terpisah secara fisik
dalam sistem kognitif yang disarankan oleh model Badddeley dan figure2-1. Penelitian
menunjukkan bahwa memori kerja berkaitan erat dengan memori jangka panjang dan
sangat dipengaruhi oleh itu. Jadi apa yang kita sudah tahu memiliki dampak
langsung pada pengolahan saat ini. Poin kedua adalah bahwa memori kerja
bertanggung jawab untuk pengolahan informasi aktif bukan pasif dalam pemeliharaan jangka pendek informasi.
Kata berbeda, memori kerja adalah tempat di mana makna dibuat dalam pengolahan
informasi ssstem. ketiga adalah bahwa memori kerja penting untuk terampil
belajar mandiri. Tema keempat adalah bahwa memori kerja terbaik dilihat memori
domain-spesifik daripada fenomena.
domain-umum bekerja tidak sama efisien di seluruh tugas-tugas akademik
yang berbeda atau domain seperti membaca, menulis, matematika dan ilmu
pengetahuan. Seberapa baik satu menggunakan memori kerja tergantung pada berapa
banyak satu sudah tahu tentang domain, serta sejauh mana keterampilan dalam
domain yang otomatis Sebuah titik kelima
konsensus adalah bahwa memori kerja berkembang dari waktu ke waktu. Kebanyakan
ahli percaya bahwa ada dua perubahan terjadi. Salah satunya adalah karena
terjadi secara alami pematangan biologis (kasus). Yang kedua adalah karena
meningkatkan penggunaan dan regulationof keterampilan memori kerja (Engle).
Terakhir ada tumbuh konsensus bahwa faktor emosional berperan dalam efisiensi
kerja contoh memory.for, kecemasan mengurangi efisiensi karena bersaing untuk
sumber daya yang terbatas yang mungkin menjadi digunakan untuk memecahkan
masalah, emosi negatif dapat menyebabkan memblokir atau kegigihan traumatis
kenangan (Schacter). Sebaliknya suasana hati yang positif muncul untuk
meningkatkan memori kerja.
WORKING
MEMORY DAN LEARNING
Sejumlah penelitian pendidikan terapan, terutama mereka yang bekerja dengan
teknologi telah mengambil Model Baddeley Working Memory sebagai inti dan dikembangkan menjadi dikenal sebagai teori beban
kognitif (Chandler dan Sweller, 1990; Kalyuga, Chandler, Tuovinen, & Sweller, 2001; Mayer & Chandler , 2001; Mousavi, Low, & Sweller , 1995; Sweller;
1994, 1999; Sweller,
van Merrienboer, & Paas, 1998). Teori
beban kognitif mengasumsikan beberapa lingkungan belajar memaksakan tuntutan
yang lebih besar daripada yang lain dan sebagai akibatnya, memaksakan beban
pengolahan informasi yang lebih tinggi pada sumber kognitif terbatas dalam memori kerja (Sweller et al, 1998).
Menurut teori beban kognitif, beban kognitif hakekatnya disebabkan oleh sifat yang melekat pada informasi yang
dipelajari dan diubah selain oleh skema
akuisisi (Sweller, 1994), sedangkan mengingat
hal-hal yang tidak berhubungan denga
beban kognitif dari cara di mana belajar informasi disajikan atau dari kegiatan
yang diperlukan dari beban kognitif pelajar. Hakekatnya tidak dapat diubah karena kompleksitas dari informasi
itu sendiri. Sebaliknya, hal-hal yang tidak berhubungan dengan
beban kognitif dapat diubah dalam
berbagai cara, seperti menggunakan alat bantu tambahan, memberikan petunjuk
belajar tertentu, atau meningkatkan organisasi informasi yang dipelajari.
Pada intinya, teori beban kognitif menyatakan bahwa ada
tiga kendala pada efisiensi pembelajaran. Pertama meliputi karakteristik peserta didik, tetapi
terutama bekerja kapasitas memori, tugas-relevan pengetahuan konseptual dalam
memori jangka panjang (yaitu, skema), dan sejauh yang dipelajar otomatis pada proses pembelajaran dasar. Penelitian menunjukkan bahwa
individu yang otomatis dan berpengetahuan luas dalam domain menggunakan sumber
daya memori kerja mereka secara efisien. Kendala kedua adalah kompleksitas
informasi yang dipelajari.
Informasi termasuk konsep yang dapat dipelajari dalam isolasi membebankan beban
kognitif lebih kecil dari informasi yang terdiri dari konsep yang harus
dipelajari secara bersamaan. Kendala ketiga adalah lingkungan pembelajaran.
Belajar dapat ditingkatkan dengan memberikan petunjuk bermanfaat; segmentasi
tugas belajar bahwa itu mengurangi beban atau memungkinkan pelajar untuk
mengelola beban lebih efisien; atau dengan memberikan bantuan tambahan seperti
penyelenggara belajar,
catatan, dan ringkasan. Selain itu, pembelajaran meningkat ketika pengolahan
informasi didistribusikan di dua modalitas dalam memori kerja. Misalnya,
Mousavi et al., (1995) menemukan bahwa siswa memecahkan masalah geometri lebih
efisien ketika mereka terlibat kata-kata dan gambar bukan hanya kata-kata atau
hanya gambar. Peningkatan efisiensi ini disebabkan fakta bahwa sistem verbal
dan spasial anak
dalam memori kerja meningkatkan kapasitas pengolahan keseluruhan.
Baru-baru ini, Mayer dan Moreno (2003) telah menggunakan teori beban
kognitif untuk membedakan antara tiga jenis tuntutan kognitif selama belajar.
pengolahan penting mengacu pada kognitif, proses yang mutlak diperlukan untuk
memahami informasi. Ini termasuk gagasan utama pemahaman, menghasilkan
kesimpulan yang menghubungkan ide-ide ini bersama-sama, dan menghubungkannya
dengan informasi terkait dalam memori. Pengolahan bersamaan mengacu pada pengolahan informasi yang tidak benar-benar
diperlukan meskipun mungkin meningkatkan pemahaman. Misalnya, siswa dapat
mengambil catatan rinci dari bagian dia sudah mengerti cukup baik. Petunjuk mengacu sementara memegang memori informasi sementara
informasi lainnya sedang diproses. Sebagai contoh, Anda mungkin perlu untuk
pembaca untuk melihat kembali informasi untuk memahami grafik dia belajar.
Mayer dan Moreno (2003) menyatakan bahwa belajar adalah paling efisien
ketika individu memfokuskan seluruh sumber daya mereka pada pembelajaran
penting dan sedikit atau tidak ada sumber daya mereka pada pembelajaran bersamaan dan referensial memegang petunjuk.Mereka telah dijelaskan beberapa skenario di mana tambahan bersamaan belajar atau memegang petunjuk memimpin kelebihan kognitif dan pembelajaran tidak baik. Satu situasi kelebihan terjadi ketika seorang individu dipaksa untuk melakukan
terlalu banyak sekaligus.satu pengolahan penting mungkin solusi yang segmentasi, di mana pelajar
diperbolehkan waktu antara presentasi berturut-turut untuk mengelola informasi
secara lebih efisien. Solusi lain adalah sebelum pelatihan, di mana individu menerima instruksi yang
dirancang untuk keterampilan otomatis yang penting.Suatu kelebihan kedua skenario terjadi ketika individu adalah
berlebihan dengan beberapa kombinasi pengolahan penting dan bersamaan. Salah satu solusinya adalah penyatuan, di mana peserta didik menghilangkan semua tapi
pengolahan penting baik melalui instruksi atau umpan balik secara berkala.
Solusi lain adalah menghilangkan kelebihan, yang mengurangi pengolahan bersamaan. Sebuah skenario yang berlebihan ketiga terjadi ketika
individu dipaksa informasi terus dalam
memori ketika terlibat dalam beberapa informasi lain pengolahan solusi soal.Satu menyediakan menampilkan tata ruang tambahan yang menghilangkan kebutuhan
untuk memegang representasional. Sebuah alternatif sinkronisasi, yang
memungkinkan pelajar untuk mengurangi jumlah informasi atau jumlah waktu
informasi yang diadakan di memori saat proses kognitif lainnya terjadi.
Teori beban kognitif telah memungkinkan pendidik untuk menerapkan teori
memori kerja dengan instruksi desain. Siswa merasa sulit untuk belajar karena
mereka tidak memiliki pengetahuan, informasi yang dipelajari terlalu sulit, atau lingkungan pembelajaran
tidak cukup mendukung pembelajaran. Teori beban kognitif telah meningkatkan
kesadaran kita masalah karena kelebihan, perhatian dibagi, dan kompleksitas informasi.
PENERAPAN
UNTUK PENGAJARAN: MEMANDU DAN MENGARAHKAN PERHATIAN
Tujuh penerapan yang perlu
dipertimbangakan untuk menjadi yang penting:
1. Pengolahan
informasi dibatasi oleh hambatan dalam ingatan dan short term memory.
Karena ada batasan di memori jangka pendek sensorik dan pelajar
harus menyediakan pikiran mereka untuk informasi penting yang selektif mungkin.
Tentunya,
pelajar yang selektif memfokuskan
perhatian mereka mengingat informasi lebih penting tanpa menghabiskan
lebih banyak waktu atau usaha belajar. Salah satu jalan untuk membatu focus
siswa dalam memfokuskan perhatian adalah dengan pengetahuan dasar siswa.
2. Automasisasi
memfasilitasi pembelajaran dengan mengurangi keterbatasa-keterbatasan sumber
daya
Automatisasi proses
mengikuti siswa untuk menggunakan beberapa pikiran kognitif dalam melengkapi
tugas yang sama. Guru perlu diingat bahwa proses kognitif menjadi otomatis
hanya setelah latihan yang ekstensif. Praktek harus teratur dan bervariasi;
misalnya, Anda tidak akan ingin berlatih mengemudi hanya di jalan anda dalam
kondisi ideal. Untuk mencapai proses secara otomatis meskipun pada keterampilan
sederhana tetap membutuhkan ratusan jam praktek.
3. Persepsi
dan perhatian berpedoman pada pengetahuan sebelumnya
Siswa harus didorong untuk menggunakan apa yang mereka
ketahui untuk membantu diri mereka sendiri memproses informasi baru.
4. Persepsi
dan perhatian adalah proses yang flexible
Meskipun kemampuan kita untuk memproses informasi baru
memiliki batas, kapasitas informasi pengolahan tidak tetap yang mungkin muncul.
Peserta didik yang terampil mampu mengatasi batas-batas ini dalam beberapa
cara. Salah satu cara adalah agar menjadi otomatis adalah pada tugas-tugas. Secara
otomatis meningkatkan di mana informasi diproses karena persepsi dan perhatian
membutuhkan sumber daya kognitif yang lebih sedikit.
5. Keterbatasan
sumber daya dan data menghambat pembelajaran
Guru harus ingat bahwa beberapa tugas
sumber kognitif untuk memproses jumlah informasi yang mereka diharapkan untuk
belajar. Jika Anda menduga bahwa siswa memiliki sumber infomasi yang diperlukan
untuk tugas belajar, tugas menjadi lebih kecil, dan siswa lebih mampu mengelola bagiannya; memberikan
tugas yang lebih mudah; atau guru
membuat semacam
bantuan yang dipersiapkan untuk siswa.
6. Semua
siswa harus dorong untuk mengelola akal mereka
Mengatur diri sendiri berarti bahwa seorang pelajar memiliki
pengetahuan dasar, dapat menggunakan strategi untuk menyelesaikan tugas-tugas
yang diperlukan, dan memiliki motivasi untuk melakukannya tugas-tugas tersebut..
7. Pengolahan
informasi lebih mudah ketika telah dipelajari, informasi didistribusikan di
dalam memori kerja
Tiga model Baddeleys tentang componen memori kerja menunjukkan
bahwa beban visual dan auditori diproses secara terpisah dalam memori
kerja. Dengan menggunakan sistem Working Memory
maka belajar mereka lebih efisien,
siswa dapat benar-benar memproses informasi lebih banyak dengan lebih sedikit
kesulitan.
No comments:
Post a Comment