Breaking

Tuesday, May 9, 2017

PEMBUKTIAN VALIDITAS KRITERIA

A.    Pengertian Validitas Kriteria
Prosedur untuk mencapai criterion-related validity menghendaki adanya kriteria eksternal yang dapat dihubungkan dengan skor tes yang diuji validitasnya. Kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksi oleh skor tes. Sebagai contohnya instrumen untuk mengukur kinerja sekelompok pegawai (tes yang akan diuji validitasnya), maka kriteria kinerja pada instrumen itu dibandingkan dengan catatan-catatan di lapangan tentang kinerja yang baik (kriteria eksternal). Koefisien korelasi antara skor tes (X) dengan kriteria (Y) merupakan koefisien validitas yang disimbolkan oleh ρxy. Koefisien ini dapat diperoleh melalui dua prosedur yang berbeda dari segi waktu pengambilan data (skor) kriterianya, masing-masing akan menghasilkan validitas prediktif dan validitas konkuren.
Validitas prediktif diperoleh apabila pengambilan skor kriteria tidak bersamaan dengan pengambilan skor tes. Prosedur validitas prediktif memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar, karena prosedur ini pada dasarnya bukan pekerjaan yang dianggap selesai setelah sekali melakukan analisis, melainkan berlansung terus menerus dalam mengembangkan tes sebagai prediktor yang baik.
Apabila skor tes dan skor kriterianya diperoleh dalam waktu yang relatif sama, maka koefisien korelasi antara kedua variabel itu merupakan koefisien validitas konkuren. Masalah dalam validitas kriteria adalah pada penentuan kriteria yang tepat. Sedangkan fungsi dari kriterianya, pada validasi prediktif, kriterianya merupakan variabel perilaku yang hendak diprediksikan oleh tes sedangkan pada validasi konkuren kriterianya merupakan ukuran kesesuaian fungsi ukur tes yang bersangkutan.

B.     Contoh Pembuktian Validitas Kriteria


Untuk Full Teks klik di sini

No comments:

Post a Comment