A.
Pengertian Validitas Kriteria
Prosedur untuk mencapai criterion-related validity menghendaki
adanya kriteria eksternal yang dapat dihubungkan dengan skor tes yang diuji
validitasnya. Kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksi oleh skor
tes. Sebagai contohnya instrumen untuk mengukur kinerja sekelompok pegawai (tes
yang akan diuji validitasnya), maka kriteria kinerja pada instrumen itu
dibandingkan dengan catatan-catatan di lapangan tentang kinerja yang baik
(kriteria eksternal). Koefisien korelasi antara skor tes (X) dengan kriteria
(Y) merupakan koefisien validitas yang disimbolkan oleh ρxy. Koefisien ini dapat diperoleh
melalui dua prosedur yang berbeda dari segi waktu pengambilan data (skor)
kriterianya, masing-masing akan menghasilkan validitas prediktif dan validitas
konkuren.
Validitas prediktif diperoleh apabila pengambilan skor kriteria
tidak bersamaan dengan pengambilan skor tes. Prosedur validitas prediktif memerlukan waktu yang lama
dan biaya yang besar, karena prosedur ini pada dasarnya bukan pekerjaan yang
dianggap selesai setelah sekali melakukan analisis, melainkan berlansung terus
menerus dalam mengembangkan tes sebagai prediktor yang baik.
Apabila skor tes dan skor kriterianya diperoleh dalam waktu yang
relatif sama, maka koefisien korelasi antara kedua variabel itu merupakan
koefisien validitas konkuren. Masalah dalam validitas kriteria adalah pada
penentuan kriteria yang tepat. Sedangkan fungsi dari kriterianya, pada validasi prediktif, kriterianya
merupakan variabel perilaku yang hendak diprediksikan oleh tes sedangkan pada
validasi konkuren kriterianya merupakan ukuran kesesuaian fungsi ukur tes yang
bersangkutan.
B.
Contoh Pembuktian Validitas Kriteria
Untuk Full Teks klik di sini
No comments:
Post a Comment