Breaking

Saturday, January 23, 2016

Aktivitas Belajar



Aktivitas Belajar
Peserta didik adalah pelaku utama yang dituntut banyak melakukan aktivitas belajar sehingga dapat menghasilkan perubahan yang lebih baik. Belajar adalah proses modifikasi atau memperteguh prilaku pengalaman, karena itu belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Sedangkan aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan terencana oleh siswa dalam kegiatan proses pembelajaran, karena tanpa adanya aktivitas belajar, proses pembelajaran tidak mungkin terlaksana. Jadi aktivitas merupakan bagian yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.
Piaget (dalam Sardiman 2012: 100) berpendapat bahwa:
Seorang anak itu berpikir sepanjang ia berbuat. Tanpa perbuatan berarti anak itu tidak berpikir. Oleh karena itu, agar anak berpikir sendiri maka harus diberi kesempatan untuk berbuat sendiri. Berpikir pada taraf verbal baru akan timbul setelah anak itu berpikir pada taraf perbuatan”.

Aktivitas dapat besifat fisik/jasmani maupun mental/rohani. Kaitan antara keduanya akan menghasilkan aktivitas belajar yang optimal.
Menurut Hanafiah dan Suhana (2009: 23) bahwa:
Proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek psikofifsis peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga akselerasi perubahan perilakunya dapat terjadi secara cepat, tepat, mudah dan benar, baik berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor”.

Diedrich (dalam Sardiman 2012: 101)  membuat suatu daftar yang berisi 117 macam kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut:
a.    Visual activities, yang termasuk didalamnya misalnya, membaca, memerhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain
b.    Oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.
c.    Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik pidato.
d.   Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.
e.    Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
f.     Motor activities, seperti misalnya melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, berternak.
g.    Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.
h.    Emotional activities, seperti misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.

Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan di atas, maka indikator aktivitas belajar dalam penelitian ini meliputi :
1.   Mencatat poin - poin penting materi pelajaran
2.   Bertanya tentang materi pelajaran
3.   Mempersentasikan hasil pekerjaanya
4.   Menyimpulkan masalah yang telah dipecahkan.

No comments:

Post a Comment