Aktivitas
Belajar
Peserta didik adalah pelaku utama yang
dituntut banyak melakukan aktivitas belajar sehingga dapat menghasilkan
perubahan yang lebih baik. Belajar
adalah proses modifikasi atau memperteguh prilaku pengalaman, karena
itu belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau
tujuan. Sedangkan aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
secara sadar dan terencana oleh siswa dalam kegiatan proses pembelajaran,
karena tanpa adanya aktivitas belajar, proses pembelajaran tidak mungkin
terlaksana. Jadi aktivitas merupakan bagian yang sangat penting dalam
proses belajar mengajar.
Piaget
(dalam Sardiman 2012:
100) berpendapat bahwa:
Seorang
anak itu berpikir sepanjang ia berbuat. Tanpa perbuatan berarti anak itu tidak
berpikir. Oleh karena itu, agar anak berpikir sendiri maka harus diberi
kesempatan untuk berbuat sendiri. Berpikir pada taraf verbal baru akan timbul
setelah anak itu berpikir pada taraf perbuatan”.
Aktivitas dapat besifat fisik/jasmani maupun mental/rohani.
Kaitan antara keduanya akan menghasilkan aktivitas belajar yang optimal.
Menurut
Hanafiah dan Suhana (2009: 23) bahwa:
Proses
aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek psikofifsis peserta
didik, baik jasmani maupun rohani sehingga akselerasi perubahan perilakunya
dapat terjadi secara cepat, tepat, mudah dan benar, baik
berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor”.
Diedrich
(dalam Sardiman 2012:
101) membuat suatu daftar yang berisi
117 macam kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut:
a. Visual activities, yang
termasuk didalamnya misalnya, membaca, memerhatikan gambar demonstrasi,
percobaan, pekerjaan orang lain
b. Oral activities, seperti
menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat,
mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.
c. Listening activities,
sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik pidato.
d. Writing activities,
seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.
e. Drawing activities,
misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
f. Motor activities, seperti
misalnya melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain,
berkebun, berternak.
g. Mental activities,
sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis,
melihat hubungan, mengambil keputusan.
h. Emotional activities,
seperti misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah,
berani, tenang, gugup.
Berdasarkan kajian teori yang telah
diuraikan di atas, maka indikator aktivitas belajar dalam penelitian ini
meliputi :
1.
Mencatat poin -
poin penting materi pelajaran
2.
Bertanya tentang materi
pelajaran
3.
Mempersentasikan hasil pekerjaanya
4.
Menyimpulkan masalah
yang telah dipecahkan.
No comments:
Post a Comment