Pembelajaran
Kooperatif Tipe TAI
Dalam perkembangannya model pembelajaran kooperatif memiliki berbagai
tipe. Tiap tipe mempunyai perbedaan dalam hakekat pembelajaran, bentuk
kerjasama, peranan dan komunikasi antar siswa, serta peranan guru. menurut
Riyanto (2009: 267) bahwa “pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran
yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic skill), sekaligus keterampilan sosial (social skill) termasuk interpersonal skill”. Langkah-langkah pembelajaran
kooperaif menurut Suyatno
(2009: 52) sebagai berikut:
a. Menyampaikan
tujuan dan memotivasi siswa.
b. Menyajikan
informasi
c. Mengorganisasikan
siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
d. Membimbing
kelompok belajar dan bekerja.
e. Evaluasi
f. Memberikan
penghargaan.
Salah satu tipe belajar kooperatif
adalah TAI. Pembelajaran kooperatif tipe TAI ini dikembangkan oleh Slavin. Tipe
ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran
individual. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara
individual. Oleh karena itu kegiatan
pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah. Ciri khas pada
tipe TAI ini adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran
yang sudah dipersiapkan oleh guru. Hasil belajar individual dibawa ke
kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok
dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai
tanggung jawab bersama.
TAI dirancang secara khusus untuk
mengajar matematika. Model pembelajaran kooperatif tipe TAI
merupakan pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran kelompok dengan
pembelajaran individu. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, masing-masing
anggota kelompok bertanggung jawab terhadap keberhasilan kelompoknya karena
keberhasilan kelompok ditentukan oleh masing-masing anggota kelompok, dalam hal
ini setiap kelompok harus bekerjasama dan saling membantu untuk saling memahami
pelajaran karena pelajaran belum dapat dilanjutkan jika salah satu anggota
kelompok belum menguasai materi pelajaran (Slavin, 2010).
Slavin (2010) mengemukakan bahwa TAI dirancang untuk
memenuhi kriteria berikut untuk memecahkan masalah teoritik dan praktikal dari
pembelajaran individu :
1. Guru akan terlibat
secara minimal dalam manajemen yang rutin dan pemeriksaan;
2. Guru akan menghabiskan
paling sedikit setengah dari waktunya untuk mengajar kelompok kecil;
3. Pengoperasian program
sangat sederhana sehingga siswa kelas 3 SD keatas bisa mengaturnya;
4. Siswa dimotivasi untuk
maju secara cepat dan akurat untuk menyelesaikan materi dan tidak untuk berbuat
curang;
5. Waktu akan sangat
efektif bagi siswa yang telah menguasai
materi karena dapat melanjutkan ke materi berikutnya;
6. Saling memeriksa
pekerjaan temannya;
7. Program sangat mudah
dipelajari oleh guru dan murid, murah dan fleksibel.
8. Dengan mengelompokkan siswa dengan status kelompok yang
sama, program akan mencapai kondisi untuk sikap positif terhadap alur utama
akademik siswa yang kurang pintar dan antara siswa yang berbeda suku.
Slavin
(2010) mengemukakan bahwa terdapat
elemen-elemen pembelajaran kooperatif tipe TAI, yaitu :
1. Tes
Penempatan
Siswa diberikan tes
awal untuk melihat kemampuan siswa yang nantinya akan dikelompokkan secara
heterogen.
2. Kelompok
Siswa
dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota 4 sampai 5 orang yang
kemampuannya heterogen.
3. Materi
pelajaran
Materi pelajaran terdiri dari :
a. Halaman
panduan yang mengulas konsep-konsep materi yang akan dibahas oleh guru.
b. Soal-soal
latihan.
c. Tes
formatif.
d. Lembar
jawaban untuk latihan dan tes formatif.
4. Kelompok
belajar
Dari
hasil tes penempatan guru mengajarkan materi pertama dan kemudian siswa
diberikan latihan yang harus dipelajari dan dikerjakan dalam kelompok. Siswa
mempelajari materi tersebut dalam kelompoknya, meliputi tahap berikut :
a. Siswa
membentuk pasangan dalam masing-masing kelompok.
b. Siswa
membaca halaman panduan dan meminta bantuan teman satu kelompok atau kepada
guru bila diperlukan, kemudian mereka mulai mengerjakan latihan dalam
masing-masing kelompok.
c. Tiap
siswa mengerjakan soal latihan kemudian mereka saling mengoreksi pekerjaan
teman yang lain. Siswa yang menghadapi pada tahap ini didorong untuk meminta
bantuan timnya sebelum meminta bantuan pada guru. Apabila siswa tetap tidak
dapat mengerjakan soal latihan, makaguru akan dipanggil untuk membantu
menyelesaikan masalah tersebut. Guru mungkin akan meminta siswa kembali mengerjakan soal latihan yang
berbeda namun memiliki tingkat kesulitan yang sejajar. Atau jika tidak siswa
diperbolehkan mengikuti tes formatif.
d. Siswa
melaksanakan tes formatif. Tes formatif ini dikerjakan secara individu.
e. Melakukan
pengawasan pada siswa yang berada dalam tes formatif.
5. Pengajaran kelompok
Dalam setiap pertemuan guru
memberikan pengajaran kepada kelompok yang diambil dari kelompok heterogen
dengan kemampuan yang sama dalam memahami materi. Tujuannya adalah untuk
mengenalkan konsep penting dari materi pelajaran. Siswa yang lain belajar dalam
kelompoknya mempelajari materi selanjutnya yang belum dikuasai.
6. Nilai
kelompok dan penghargaan kelompok
Nilai kelompok diambil dari
rata-rata nilai yang diperoleh anggota kelompok. Penghargaan kelompok diberikan
kepada kelompok yang memperoleh nilai rata-rata paling tinggi. Penghargaan
kelompok berupa pujian atau hadiah.
Pembelajaran kooperatif tipe Team
Assisted Individualization (TAI) adalah salah satu tipe pembelajaran
kooperatif yang memiliki banyak persamaan dengan pembelajaran kooperatif tipe
yang lainnya, tetapi pembelajaran ini mengkombinasikan antara pembelajaran
kelompok dengan pembelajaran individu. Slavin 2010 (dalam Fitriani, 2013:53)
langkah-langkah model Team Assisted Individualization (TAI) adalah
sebagai berikut:
Tabel 3. Langkah-lankah Model
Team Assisted Individualization (TAI)
|
Fase
|
Prilaku
guru
|
|
Tahap 1 (teams)
Tes penempatan dan pembentukan
kelompok
|
1) Guru
memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara
individual yang sudah dipersiapkan oleh guru.
2)
Guru memberikan kuis secara individual
kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal.
3)
Guru membentuk beberapa kelompok.
Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dengan tingkat kemampuan yang
berbeda-beda (tinggi, sedang, dan rendah). Jika mungkin, anggota kelompok
terdiri dari ras, budaya, suku yang berbeda tetapi tetap mengutamakan
kesetaraan jender.
|
|
Tahap 2 (teaching group)
Pembelajaran oleh guru dan pengerjaan
LKS oleh siswa secara individu.
|
Guru memberikan materi secara singkat
dan memberikan latiahan soal kepada setiap individu siswa.
|
|
Tahap 3 (teams study)
Belajar kelompok.
|
1)
Hasil belajar siswa secara individual
didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok, setiap anggota kelompok
saling memeriksa jawaban teman satu kelompok.
2)
Guru memfasilitasi siswa dalam membuat
rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran
yang telah dipelajari
|
|
Tahap 4 (fact test)
Tes.
|
Guru
memberikan kuis kepada siswa secara individual.
|
|
Tahap 5 (team scores and recognition)
Perhitungan nilai kelompok dan
pemberian penghargaan bagi kelompok yang unggul.
|
Di akhir setiap minggu guru menghitung
nilai kelompok. Skor ini berdasar pada rata-rata nilai kuis yang diberikan
oleh setiap kelompok.
|
No comments:
Post a Comment