Breaking

Saturday, January 23, 2016

Metode Make A Match


Metode Make A Match
Pembelajaran kooperatif atau biasa disebut adalah pembelajaran dengan kerja kelompok. Salah satu metode pembelajaran kooperatif adalah metode make a match.
Menurut Lie (2002:54) bahwa :
Salah satu keunggulan dari teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-langkah metode make a match adalah sebagai berikut:
a.       Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang mungkin cocok untuk sesi review (persiapan menjelang tes atu ujian)
b.      Setiap siswa mendapat datu buah kartu.
c.       Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya.
d.      Siswa bisa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok.

Suprijono (2013:94) mengatakan bahwa:

a.       Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu pertanyaan dan kartu jawaban
b.      Guru membagi kelompok yaitu kelompok pembawa kartu soal dan kelompok pembawa kartu jawaban.
c.       Guru memberikan aba-aba sebagai tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok.
d.      Guru memberikan kesempatan kesempatan mereka untuk berdiskusi. Hasil diskusi ditandai oleh pasangan antara kartu pertanyaan dengan kartu jawaban.
e.       Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukan pertanyaan-jawaban kepada kelompok lain untuk menilai jawaban apakah pasangan jawaban cocok.
f.       Setelah melakukan penilaian, mengulangi kegiatan ini dengan pembawa kartu soal menjadi pembawa kartu jawaban dan pembawa kartu jawaban menjadi pembawa kartu soal dengan soal dan jawaban yang berbeda dari sebelumnya.
g.      Setelah terbentuk pasangan kartu pertanyaan dengan kartu jawaban adalah penilaian dari kelompok lain dan guru.
Sedangkan, Riyanto (2009:278) mengatakan langkah-langkah metode mencari pasangan (make a macth) yaitu:
a.       Membuat kartu-kartu yang berpasangan. Misal: nama presiden-negara, nama raja-kerajaan, nama candi-tempat, nama organisasi-tokoh, nama lagu-daerah asal dan lain-lain.
b.      Tiap anak memegang satu kartu dan ditunjukan kepada teman-temannya. 
c.       Siswa mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang dibawanya.
d.      Siswa berdiskusi sebentar untuk menjelaskan tentang pasangan kartu tersebut.
Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan topik inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Siswa diminta untuk berpikir tentang topik materi/permasalahan yang disampaikan guru secara individual.
c.       Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing tentang topiknya tadi.
d.      Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok pasangan mengemukakan hasil diskusinya untuk berbagi jawaban (share) dengan seluruh siswa di kelas.
e.       Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.
f.       Guru memberi kesimpulan.
g.      Penutup. 

Hamdan (2012) mengatakan bahwa:
Kelebihan metode make a match adalah sebagai berikut:
a.       Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun fisik.
b.      Metode ini menyenangkan karena ada unsur permainan,
c.       Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
d.      Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
e.       Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi.
f.       Efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar.
Kekurangan metode make a match sebagai berikut:
a.       Jika anda tidak merancangnya dengan baik, maka banyak waktu terbuang.
b.      Pada awal-awal penerapan metode ini, banyak siswa yang malu bisa berpasangan dengan lawan jenisnya.
c.       Jika anda tidak mengarahkan siswa dengan baik, saat presentasi banyak siswa yang kurang memperhatikan.
d.      Anda harus hati-hati dan bijaksana saat memberi hukuman pada siswa yang tidak mendapat pasangan, karena mereka bisa malu.
e.       Menggunakan metode ini secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan.

No comments:

Post a Comment