Metode Make A Match
Pembelajaran kooperatif atau biasa disebut adalah
pembelajaran dengan kerja kelompok. Salah satu metode pembelajaran kooperatif
adalah metode make a match.
Menurut Lie (2002:54) bahwa :
Salah satu
keunggulan dari teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar
mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang menyenangkan.
Langkah-langkah metode make a match
adalah sebagai berikut:
a.
Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa
konsep atau topik yang mungkin cocok untuk sesi review (persiapan menjelang tes atu ujian)
b.
Setiap siswa mendapat datu buah kartu.
c.
Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu
yang cocok dengan kartunya.
d.
Siswa bisa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa
lain yang memegang kartu yang cocok.
Suprijono (2013:94) mengatakan bahwa:
a.
Hal-hal yang
perlu dipersiapkan adalah kartu-kartu.
Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu pertanyaan dan kartu jawaban
b.
Guru membagi kelompok yaitu kelompok
pembawa kartu soal dan kelompok pembawa kartu jawaban.
c.
Guru memberikan aba-aba sebagai
tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka
bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok.
d.
Guru memberikan kesempatan
kesempatan mereka untuk berdiskusi. Hasil diskusi ditandai oleh pasangan antara
kartu pertanyaan dengan kartu jawaban.
e.
Pasangan-pasangan yang sudah
terbentuk wajib menunjukan pertanyaan-jawaban kepada kelompok lain untuk
menilai jawaban apakah pasangan jawaban cocok.
f.
Setelah melakukan penilaian,
mengulangi kegiatan ini dengan pembawa kartu soal menjadi pembawa kartu jawaban
dan pembawa kartu jawaban menjadi pembawa kartu soal dengan soal dan jawaban
yang berbeda dari sebelumnya.
g.
Setelah terbentuk pasangan kartu
pertanyaan dengan kartu jawaban adalah penilaian dari kelompok lain dan guru.
Sedangkan, Riyanto (2009:278) mengatakan
langkah-langkah metode mencari pasangan (make
a macth) yaitu:
a.
Membuat kartu-kartu yang berpasangan. Misal: nama
presiden-negara, nama raja-kerajaan, nama candi-tempat, nama organisasi-tokoh,
nama lagu-daerah asal dan lain-lain.
b.
Tiap anak memegang satu kartu dan ditunjukan kepada
teman-temannya.
c.
Siswa mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang
dibawanya.
d.
Siswa berdiskusi sebentar untuk menjelaskan tentang
pasangan kartu tersebut.
Langkah-langkah:
a.
Guru menyampaikan topik inti materi dan kompetensi
yang ingin dicapai.
b.
Siswa diminta untuk berpikir tentang topik
materi/permasalahan yang disampaikan guru secara individual.
c.
Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya
(kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing tentang
topiknya tadi.
d.
Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok
pasangan mengemukakan hasil diskusinya untuk berbagi jawaban (share) dengan
seluruh siswa di kelas.
e.
Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan
pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.
f.
Guru memberi kesimpulan.
g.
Penutup.
Hamdan (2012) mengatakan bahwa:
Kelebihan
metode make a match adalah sebagai
berikut:
a.
Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik
secara kognitif maupun fisik.
b.
Metode ini menyenangkan karena ada unsur permainan,
c.
Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang
dipelajari.
d.
Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
e.
Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk
tampil presentasi.
f.
Efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu
untuk belajar.
Kekurangan
metode make a match sebagai berikut:
a.
Jika anda tidak merancangnya dengan baik, maka banyak
waktu terbuang.
b.
Pada awal-awal penerapan metode ini, banyak siswa yang
malu bisa berpasangan dengan lawan jenisnya.
c.
Jika anda tidak mengarahkan siswa dengan baik, saat
presentasi banyak siswa yang kurang memperhatikan.
d.
Anda harus hati-hati dan bijaksana saat memberi
hukuman pada siswa yang tidak mendapat pasangan, karena mereka bisa malu.
e.
Menggunakan metode ini secara terus menerus akan
menimbulkan kebosanan.
No comments:
Post a Comment