Metode Problem Based Learning
Menurut Hanafiah (2012:71) mengatakan bahwa:
Problem
Based Learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sebagai suatu
konteks sehingga peserta didik dapat belajar kritis dalam melakukan pemecahan
masalah yang ditujukan untuk memperoleh pengetahuan atau konsep yang esensial
dari bahan pelajaran.
Sedangkan
Panen (dalam Rusmono 2012 : 74) mengatakan bahwa:
Dalam
strategi pembelajaran dengan PBL siswa diharapkan untuk terlibat dalam proses
penelitian yang mengharuskannya untuk mengidentifikasi permasalahan,
mengumpulkan data, dan menggunakan data tersebut untuk pemecahan masalah.
Menurut
Riyanto (2009:288) bahwa:
Metode problem based learning memfokuskan pada
siswa dengan mengarahkan siswa menjadi pebelajar yang mandiri dan terlibat
langsung secara aktif dalam pembelajaran.
Adapun
langkah langkah-langkah problem based learning adalah:
a.
Guru mempersiapkan dan melemparkan masalah kepada
siswa.
b.
Membentuk kelompok kecil, dalam masing-masing siswa
mendiskusikan masalah tersebut dengan memanfaatkan dan mereffleksi
pengetahuan/keterampilan yang mereka miliki. Siswa juga membuat rumusan
masalahnya dan membuat hipotesis-hipotesisnya.
c.
Siswa mencari (hunting) informasi dan data yang
berhubungan dengan masalah yang sudah dirumuskan.
d.
|
e.
Kegiatan diskusi penutup sebagai kegiatan akhir,
apabila proses sudah memperoleh solusi yang tepat.
Menurut Nur (dalam Rusmono, 2012:81) ada beberapa
tahapan dalam pembelajaran dengan PBL yaitu:
Tabel 2. Tahapan Pembelajaran dengan PBL
Tahap
Pembelajaran
|
Perilaku
Guru
|
Tahap 1:
Mengorganisasikan
siswa kepada masalah
|
Guru menginformasikan tujuan-tujuan pembelajaran,
mendeskripsikan kebutuhan-kebutuhan logistik penting, dan memotivasi siswa
agar terlibat dalam kegiatan pemecahan masalah
|
Tahap 2:
Mengorganisasikan
siswa untuk belajar
|
Guru membantu siswa menentukan dan mengatur
tugas-tugas belajra yang berhungan dengan masalah itu
|
Tahap 3:
Membantu
penyelidikan mandiri dan kelompok
|
Guru mendorong siswa mengumpulkan informasi yang
sesuai, melaksanakan eksperimen, mencari penjelasan, dan solusi
|
Tahap 4:
Mengembangkan
dan mempresentasikan hasil karya serta pameran
|
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan
menyiapkan hasil karya yang sesuai seperti laporan, rekaman video, dan model,
serta membantu berbagi karya mereka
|
Tahap 5:
Menganalisis
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
|
Guru membantu siswa melakukan reflesi datas
penyelidikan dan proses-proses yang mereka gunakan
|
Lebih lanjut Rusmono (2012:83) mengatakan bahwa
langkah-langkah pembelajaran dengan PBL adalah sebagai berikut:
a. Pendahuluan
1) Pemberian
motivasi
2)
Pembagian kelompok
3)
Informasi tujuan Pembelajaran
b. Penyajian
1) Mengorientasikan
siswa kepada masalah
2) Mengorganisasikan
siswa untuk belajar
3) Mengembangkan
dan mempresenratasikan hasil karya dan pameran
c. Penutup
1) Merangkum
materi yang telah dipelajari
2) Melaksanakan
tes dan pemberian pekerjaan rumah.
Menurut Sanjaya (2008:220) bahwa keunggulan
pembelajaran berbasis masalah, diantaranya:
a.
Pemecahan masalah (problem
solving) merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi
pelajaran.
b.
Pemecahan masalah (problem
solving) dapat menantang kemampuan siswa serta memberi kepuasan untuk
menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
c.
Pemecahan masalah (problem
solving) dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
d.
Pemecahan masalah (problem
solving) dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka
untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
e.
Pemecahan masalah (problem
solving) dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan
bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Di samping itu,
pemecahan masalah itu juga dapat mendorong untuk melakukan evaluasi diri
sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya.
f.
Melalui pemecahan masalah (problem solving) bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap
mata pelajaran (matematika, IPA, sejarah, dan lain sebagainya), pada dasarnya
merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa, bukan
hanya sekadar belajar dari guru atau dari buku-buku saja.
g.
Pemecahan masalah (problem
solving) dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
h.
Pemecahan masalah (problem
solving) dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan
mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
i.
Pemecahan masalah (problem
solving) dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan
pengetahuan dalam dunia nyata.
j.
Pemecahan masalah (problem
solving) dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar
sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
Sedangkan
kelemahan pembelajaran berbasis masalah, diantaranya:
a.
Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak
mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan,
maka mereka akan enggan untuk mencoba.
b.
Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu
untuk persiapan.
c.
Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk
memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa
yang mereka ingin pelajari.
Beberapa
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
berbasis masalah (problem based learning) adalah metode yang memberikan
kesempatan kepada siswa baik secara individu maupun kelompok untuk mengembangkan
kemampuan berpikir dan memahami suatu masalah dan menemukan solusi dari
permasalahan yang ada.
Sehingga
langkah-langkah metode problem based learning
dalam dibagi menjadi 5 tahap pembelajaran yaitu:
Tabel 3. Langkah-langkah Metode Problem Based Learning
Tahap
Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Fase 1
Orientasi siswa pada
masalah
|
Guru membagi kelompok, Guru memberikan masalah dalam
bentuk LKS untuk didiskusikan siswa per kelompok
|
Fase 2
Mengorganisasikan siswa
belajar
|
Guru mendorong siswa
agar bekerja sama dalam kelompok guna untuk
pemecahan masalah
|
Fase 3
Membimbing penyelidikan
individu dan kelompok
|
Guru membimbing siswa
baik individu maupun kelompok untuk mencari informasi tentang penyelesaian
masalah persamaan kuadrat yang ada di dalam LKS.
|
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
|
Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan
hasil diskusi untuk dipresentasikan perwakilan kelompok.
|
Fase 5
Menganalisa dan
mengevaluasi proses pemecahan masalah.
|
Guru membantu siswa mengevaluasi hasil diskusi dan
menyimpulkan hasil diskusi.
|
No comments:
Post a Comment